Daftar Segera!!! -- Untuk kemudahan Transaksi Online Anda

Senin, 05 Desember 2011

Analisis dan Interpretasi Data Dalam Penelitian Tindakan Kelas

JENIS DATA PTK
Data dalam PTK adalah segala bentuk informasi yang terkait dengan kondisi,  proses, dan keterlaksanaan pembelajaran, serta hasil belajar yang diperoleh siswa.
Analisis data dalam PTK adalah suatu kegiatan mencermati atau menelaah, menguraikan dan mengkaitkan setiap informasi yang terkait dengan kondisi awal, proses belajar dan hasil pembelajaran untuk memperoleh simpulan tentang keberhasilan tindakan perbaikan pembelajaran
Data yang diperoleh dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif.

DATA KUANTITATIF:
§  Data kuantitatif merupakan data yang berupa angka atau bilangan, baik yang diperoleh dari hasil pengukuran maupun diperoleh dengan cara mengubah data kualitatif menjadi data kuantitatif.
§  Contoh data kuantitatif: skor tes awal Tina untuk mata pelajaran matematika= 65, berat badan Tini 47 kg, panjang meja tulis 150 cm.

DATA KUALITATIF:
§  Data kualitatif merupakan data yang berupa kalimat-kalimat, atau data yang dikategorikan berdasarkan kualitas objek yang diteliti, misalnya: baik, buruk, pandai, dan sebagainya.
§  Contoh data kualitatif: siswa berdiskusi secara aktif, perhatian siswa terhadap matapelajaran IPS rendah, dan rata-rata skor UAS semester ini naik.

TEKNIK ANALISIS DATA KUALITATIF
1) Ada berbagai teknik analisis data, seperti teknik analisis data kualitatif dengan model interaktif. Analisis interaktif terdiri dari tiga tiga komponen, yakni: reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan.
Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam analisis data seperti ini adalah sebagai berikut.
a) Memilih data (reduksi data)
Pada langkah pemilihan data ini, pilihlah data yang relevan dengan tujuan perbaikan pembelajaran. Data yang tidak relevan dapat dibuang, dan jika dianggap perlu, guru peserta dapat menambahkan data baru dengan mengingat kembali peristiwa atau fenomena yang terjadi selama pelaksanaan rencana tindakan.
b) Mendeskripsikan data hasil temuan (memaparkan data)
Pada kegiatan ini, guru peserta membuat deskripsi dari langkah yang yang dilakukan pada kegiatan a) tersebut.
c)  Menarik kesimpulan hasil deskripsi
Berdasarkan deskripsi yang telah dibuat pada langkah b) tersebut, selajutnya dapat ditarik kesimpulan hasil pelaksanaan rencana tindakan yang telah dilakukan.
2) Analisis dan interpretasi data juga dapat dilakukan dengan mencari ”pattern” atau pola (Guba dan Lincoln, 1981). Analisis dan interpretasi data juga dapat dilakukan dengan cara mencari pola atau esensi dari hasil refleksi diri yang dilakukan guru kemudian, digabung dengan data yang diperoleh dari beberapa pengamat yang membantu. 

TEKNIK ANALISIS DATA KUANTITATIF
·        Data kuantitif dalam PTK  umumnya berupa angka-angka sederhana, seperti nilai tes hasil belajar, disktribusi frekuensi, persentase, skor dari hasil angket, dst.
·        Data kuantitatif dapat dianalisis secara deskriptif, antara lain dengan cara:
-         Menghitung jumlah,
-         Menghitung rata-rata (rerata),
-         Menghitung nilai persentase,
-         Membuat grafik,
-         Dsb.

·        Jika diperlukan data kuantitatif dapat dianalisis secara statistik, misalnya:
-         Mengitung nilai beda terkecil,
-         Mnghitung nilai korelasi antar variabel,
-         Dsb.

Pada kegiatan belajar ini hanya akan dipelajari teknik analisis data kuantitatif secara deskriptif.
Contoh: skor hasil tes akhir semester matematika 40 siswa:
65   72   67   82   72   91   67   73   71   70
85   87   68   86   83   90   74   89   75   61
65   76   71   65   91   79   75   69   66   85
95   74   73   68   86   90   70   71   88   68

·        Agar mudah dibaca maka data tersebut perlu ditata, misalnya disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Caranya adalah sebagai berikut.
1)    Tentukan rentang skor yaitu skor tertinggi dikurangi skor terendah. Jadi rentang skor = 95 – 61 = 34.
2)    Tentukan banyak kelas yang akan digunakan. Untuk menghitung banyak kelas. Gunakan aturan Sturges dengan rumus:
Banyak kelas (k) = 1 + 3,3 log n, dimana k adalah banyak kelas yang akan dibuat dan n adalah banyak data.

Untuk data tersebut, maka banyak kelas yang akan dibuat adalah:
k = 1 + 3,3 log 40
   = 1 + 3,3 x 1,6021
   = 6,2869
Banyak kelas yang harus dibuat dapat 6 atau 7.
3)    Hitung panjang kelas interval dengan rumus:

                                 rentang
Panjang kelas (p) = -----------------
                             banyak kelas
                  34
          p = --------  = 4,86 , dibulatkan jadi 5
                   7
4)  Tentukan data untuk ujung bawah kelas interval pertama. Data untuk ujung bawah kelas interval pertama dapat diambil dari skor terkecil dari data yang diperoleh atau  dapat diambil dari skor yang lebih kecil dari skor terkecil dengan syarat bahwa skor terbesar harus masuk dalam kelas interval terakhir yang akan dibuat.
5)    Masukkan semua skor ke dalam kelas interval yang terbentuk.
6) Hasil tabel frekuensi distribusi data hasil tes matematika tersebut adalah sebagai berikut.

Tabel Contoh Destribusi Hasil Tes Akhir Semester Matematika SD Teladan Medan Tahun 2008

Skor matematika
Tally
Banyak siswa
61 – 65
66 – 70
71 – 75
76 – 80
81 – 85
86 – 90
91 - 95
////
///// ////
///// ///// /
//
////
///// //
///
4
9
11
2
4
7
3
Jumlah

40


Jika menghendaki, dapat menggambar data dalam tabel tersebut ke dalam bentuk diagram batang. Caranya, dibuat dulu dua sumbu, yaitu sumbu datar dan sumbu tegak. Sumbu datar memuat bilangan-bilangan yang merupakan titik tengah dari setiap kelas interval, sedangkan sumbu tegaknya memuat frekuensi dari setiap kelas interval. 
Analisis data kuantitatif dapat dilakukan secara sederhana dengan menggunakan analisis deskriptif. Analisis deskriptif dapat dilakukan dengan memanfaatkan statistika sederhana seperti menghitung rata-rata (mean) dan menghitung persentase. Menghitung skor rata-rata dapat dengan mudah dilakukan yaitu dengan cara menjumlahkan semua data kemudian dibagi dengan banyaknya data.



Dengan menggunakan cara tersebut maka:


Skor rata-rata tes akhir semester matematika =

     65 + 72 + 67 + .... + 68
 ------------------------------- = 76,25
               40


Jika data sudah berbentuk tabel frekuensi distribusi seperti pada tabel 5.4 maka dapat menghitung nilai rata-ratanya dengan terlebih dulu mencari nilai tengah untuk setiap kelas interval. Kemudian kalikan setiap nilai tengah dengan frekuensi di kelas interval masing-masing. Jumlahkan perkalian antara nilai tengah dengan frekuensi untuk setiap kelas interval kemudian dibagi dengan jumlah data.
Untuk mempermudah hitungan maka data pada Tabel 5.4 tersebut dapat diubah seperti berikut ini.


Tabel:  Rentang sekor, Nilai Tengah, dan Frekuensi Hasil Tes Matematika SD Teladan Medan Tahun 2008

Skor matematika
Nilai Tengah
Banyak siswa
61 – 65
66 – 70
71 – 75
76 – 80
81 – 85
86 – 90
91 - 95
63
68
73
78
83
88
93
4
9
11
2
4
7
3
Jumlah

40

                              4x63 + 9x68 + 11x73 + 2x78 + 4x83 + 7x88 + 3x93
     Nilai rata-ratanya =  ------------------------------------------------------
                                                    40


                          252 + 612 + 803 + 156 + 332 + 616 + 279
                      = -------------------------------------------
                                         40


                      = 76,25

Dengan menyajikan data kuantitatif dalam bentuk tabel atau grafik, dapat dengan mudah mendeskripsikan data yang diperoleh. Misal, dari data pada tabel 5.4, dapat dengan mudah menghitung persentase siswa yang memperoleh skor antara 71 – 77 yaitu


         11
     = ----- x 100 % = 27,5 %.
         40

INTERPRETASI DATA
·        Interpretasi data merupakan suatu kegiatan yang menggabungkan hasil analisis dengan pernyataan, kriteria, atau  standar tertentu untuk menemukan makna dari data yang dikumpulkan untuk menjawab permasalahan pembelajaran yang sedang diperbaiki.
·        Interpretasi data perlu dilakukan peneliti untuk memberikan arti mengenai bagaimana tindakan yang dilakukan mempengaruhi peserta didik.
·        Interpretasi data juga penting untuk menantang guru agar mengecek kebenaran asumsi atau keyakinan yang dimilikinya.
·        Ada berbagai teknik dalam melakukan interpretasi data, antara lain dengan:
1)    menghubungkan data dengan pengalaman diri guru atau peneliti,
2)    mengaitkan temuan (data) dengan hasil kajian pustaka atau teori terkait,
3)  memperluas analisis dengan mengajukan pertayaan mengenai penelitian dan implikasi hasil penelitian, dan/atau
4)   meminta nasihat teman sejawat jika mengalami kesulitan.

·        Berdasarkan hasil contoh analisis data kuantitatif tersebut maka dapat dibuat interpretasi sebagai berikut.
1)   Jika guru menetapkan ketuntasan belajar   ≥ 71% maka jumlah siswa yang tuntas belajar adalah 27 orang atau 68% siswa. Sebaliknya 32% siswa tidak tuntas belajar.
2)   Jika dilihat dari nilai rata-rata kelas (76,25), maka nilai siswa secara klasikal tersebut ketuntasan belajar.
3)   Dst.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar